bannertop2.gif
Home News & Updates CTI Updates Sekretariat Tetap CTI Segera Ditetapkan
Oct
21
2009
Sekretariat Tetap CTI Segera Ditetapkan PDF Print E-mail
News - CTI Updates

Jakarta, Kompas – Penentuan lokasi sekretariat Prakarsa Segitiga Terumbu Karang akan dipastikan dalam pertemuan pejabat tinggi (senior official meeting) ke-4 di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, pada 16-20 Oktober 2009. Demikian dikemukakan Sekretaris Eksekutif Regional Interim Prakarsa Segitiga Terumbu Karang (CTI) Eko Rudianto di Jakarta, Senin (12/10). “Penentuan sekretariat CTI akan diputuskan dalam SOM (senior official meeting) ke-4. Diharapkan, Indonesia menjadi sekretariat tetap CTI,” ujar Eko. Pembentukan sekretariat CTI merupakan tindak lanjut dari pertemuan negara-negara segitiga terumbu karang dunia, 11-15 Mei 2009. Saat ini Indonesia ditetapkan sebagai sekretariat sementara CTI hingga tahun 2011.

Libatkan 6 negara

Eko mengatakan, keputusan sekretariat CTI akan ditentukan melalui kesepakatan bersama yang melibatkan enam negara di kawasan segitiga terumbu karang. Enam negara tersebut adalah Indonesia, Timor Leste, Filipina, Malaysia, Papua Niugini, dan Kepulauan Solomon.

Kawasan itu memiliki 75 persen jenis karang di dunia dan lebih dari 3.000 spesies ikan sekaligus tempat bertelur dan berkembang biak ikan tuna.

Usul Manado

Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengemukakan, Indonesia mengusulkan kantor sekretariat CTI terletak di Manado, Sulawesi Utara. Pertimbangannya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menyiapkan lahan seluas 2 hektar untuk lokasi sekretariat tersebut. Saat ini sudah terdapat tiga negara dari enam negara pemrakarsa segitiga terumbu karang yang mendukung kantor sekretariat CTI di Manado.

Belum ada kesepakatan

Eko mengakui, saat ini belum ada kesepakatan prioritas program aksi nasional untuk CTI. Meski demikian, pemerintah berencana menjadikan program coremap sebagai salah satu instrumen pelaksanaan CTI di Indonesia.

Sejauh ini Pemerintah Indonesia telah berkomitmen mengalokasikan dana sebesar 5 juta dollar AS untuk CTI.

Sementara itu, Malaysia akan menyediakan dana 1 juta dollar AS, Papua Niugini 2 juta dollar AS, Filipina 5 juta dollar AS, sementara Timor Leste dan Kepulauan Solomon belum mengumumkan besaran dana yang akan mereka sediakan.(LKT)

Sumber : Kompas, 13 Oktober 2009

Last Updated on Wednesday, 18 November 2009 17:26